Semua level

Akuarium
Sebelum Ia Ada Nama

Pada 1854, seorang naturalis Inggris memberi pembaca satu kata untuk sesuatu yang seorang ahli kimia dan seorang perempuan yang tak pernah ia beri pengakuan penuh sudah lebih dulu berhasil lakukan.

Kalau Anda pernah membayangkan akuarium sebagai sesuatu yang diciptakan satu orang dalam sekejap ilham, versi sebenarnya jauh lebih aneh dan lebih lambat daripada itu. Pada 1854, naturalis Inggris Philip Henry Gosse menerbitkan sebuah buku — The Aquarium: An Unveiling of the Wonders of the Deep Sea — yang oleh kebanyakan sejarah populer dianggap sebagai saat hobi ini bermula, dengan Gosse sendiri sering diberi kredit sebagai orang yang menciptakan kata itu. Itu bukan yang sebenarnya terjadi.

Empat tahun sebelumnya, seorang ahli kimia sudah menemukan dasar ilmiah di balik cara menjaga tangki tetap hidup tanpa mengganti air. Bertahun-tahun sebelum salah satu dari mereka menerbitkan apa pun, seorang perempuan sudah membangun satu yang berhasil, memakai teknik yang ia ciptakan sendiri dan nyaris tidak pernah mendapat pengakuan atasnya. Membongkar siapa melakukan apa, dan dalam urutan yang mana, itu penting, karena versi populer meringkas beberapa kontribusi berbeda menjadi satu nama saja.

4 modul· ~7 menit· Semua level
01 / 04London, 1854

Kata yang dipinjam, bukan diciptakan

Pada 1854, naturalis Inggris Philip Henry Gosse menerbitkan sebuah buku dengan judul yang hari ini tidak perlu dijelaskan lagi: The Aquarium: An Unveiling of the Wonders of the Deep Sea. Buku inilah yang paling sering dirujuk sejarah populer sebagai saat akuarium lahir, dan Gosse sendiri sering dikreditkan sebagai pencipta kata itu. Itu bukan yang sebenarnya terjadi.

Gosse memilih kata 'aquarium' dibanding istilah yang lebih kaku, 'aqua-vivarium', karena lebih pendek dan lebih jelas, dan ia menyatakan itu langsung dalam bukunya. Ia juga menyatakan, sama langsungnya, bahwa para ahli botani sudah lebih dulu memakai istilah itu untuk wadah tanaman air. Yang dilakukan Gosse adalah mengambil kata yang sudah ada dan menetapkan maknanya pada satu jenis wadah yang sangat spesifik: wadah yang menampung hewan dan tanaman bersama-sama, hidup, dengan sengaja.

Perbedaan ini lebih penting daripada kedengarannya. Buku yang mempopulerkan sebuah praktik dan buku yang menciptakannya adalah dua jenis pencapaian yang berbeda. Pada 1854, praktik itu sendiri — menjaga hewan dan tanaman hidup bersama dalam wadah kaca — sudah punya sedikitnya satu contoh nyata yang berhasil, dibangun oleh seseorang yang namanya jarang muncul dalam kalimat yang sama dengan nama Gosse. Kalau Anda hanya pernah dengar nama sang pempopuler, Anda baru dengar separuh ceritanya.

Gosse tidak menciptakan sebuah kata. Ia memilih kata yang sudah ada dan membuatnya melekat pada satu gagasan tertentu. Keduanya bukan jenis pencapaian yang sama, meski sejarah populer sering memperlakukannya seolah sama.

02 / 04Chemical Society of London, 1850

Kimia di baliknya

Empat tahun sebelum buku Gosse, seorang ahli kimia bernama Robert Warington berdiri di depan Chemical Society of London dan menjelaskan sesuatu yang ia temukan lewat pengamatan cermat terhadap sebuah tangki kaca tertutup selama berbulan-bulan: hewan di dalamnya memakai oksigen dan menghasilkan karbon dioksida, tanaman memakai karbon dioksida itu dan menghasilkan oksigen, dan kalau keseimbangan antara keduanya tepat, keduanya bisa terus hidup tanpa ada yang perlu mengganti airnya.

Ia memaparkan temuan ini pada 4 Maret 1850. Laporan tertulisnya baru muncul di Quarterly Journal of the Chemical Society of London setahun kemudian, jadi tahun yang biasa dilekatkan pada gagasan ini — 1850 — sebenarnya adalah tahun pemaparannya, bukan tahun penerbitannya. Tiga tahun kemudian, Warington memperluas pemikiran yang sama ke air laut, menjelaskan bagaimana keseimbangan hewan-tanaman yang serupa bisa berlaku juga pada tangki laut, bukan hanya tangki air tawar.

Tidak satu pun dari ini melibatkan bakteri. Mikrobiologi nitrifikasi — proses yang terus-menerus menjadi sandaran kerangka situs ini sendiri — masih puluhan tahun lagi sebelum dipahami pada 1850. Yang ditemukan Warington lebih sempit cakupannya, dan dengan caranya sendiri, lebih mengagumkan: sebuah keseimbangan ekologis yang benar-benar berfungsi, didemonstrasikan dan dicatat, sebelum siapa pun tahu mekanisme yang membuatnya mungkin.

Kaitannya di sini

Gagasan bahwa sebuah tangki bisa menopang dirinya sendiri lewat hubungan yang tepat antara bagian-bagian hidupnya, alih-alih lewat campur tangan terus-menerus, adalah gagasan yang masih dijadikan pijakan situs ini sampai sekarang — dan yang Anda andalkan setiap kali Anda menahan diri untuk tidak campur tangan dan membiarkan sebuah tangki menemukan keseimbangannya sendiri. Aquatic Rhythm Alignment menelusuri versi modern dari keseimbangan yang sama itu. Warington sekadar sampai ke sana lebih dulu, tanpa tahu kenapa itu berhasil.

03 / 04London, 1846–1847

Perempuan yang melakukannya lebih dulu

Empat tahun sebelum pemaparan Warington, dan delapan tahun sebelum buku Gosse, seorang perempuan bernama Anna Thynne membawa pulang karang dan spons dari Torquay ke London dan berhasil menjaganya tetap hidup. Ia tidak punya kuliah kimia untuk dijadikan pegangan dan tidak punya metode terbit untuk diikuti. Yang ia punya adalah teknik yang ia temukan sendiri: menuang air bolak-balik antar wadah dengan tangan untuk menjaganya tetap teroksigenasi, lalu menambahkan rumput laut sekitar 1847 untuk membantu menopangnya lebih jauh.

Pada 1847, ia memamerkan hasilnya di Westminster Abbey. Catatan kelembagaan dari London Zoo maupun Horniman Museum sama-sama mengakuinya sebagai orang di balik apa yang setara dengan akuarium laut seimbang secara biologis pertama yang stabil di London — bertahun-tahun sebelum buku Gosse membuat praktik ini terkenal, dan sebelum pemaparan Warington memberinya penjelasan kimiawi. Ia kemudian menulis catatannya sendiri tentang pertumbuhan karang itu, diterbitkan pada 1859.

Namanya jauh lebih jarang disebut dibanding nama Gosse atau Warington dalam kisah populer tentang bagaimana akuarium bermula, padahal tangkinya sudah berhasil lebih dulu daripada tangki keduanya. Itu bukan catatan kaki kecil. Orang yang dikreditkan sebagai pemulai sesuatu dan orang yang benar-benar memulainya tidak selalu orang yang sama.

Pada saat Gosse memberi praktik ini sebuah nama dan Warington memberinya penjelasan kimiawi, Anna Thynne sudah bertahun-tahun menjaga sebuah akuarium laut yang berfungsi tetap hidup di London.

04 / 04Regent's Park, Mei 1853

Tontonan yang diperjuangkan susah payah

Ketiga benang cerita ini bertemu di ruang publik pada Mei 1853, ketika Zoological Society of London membuka Fish House di Regent's Park — yang oleh London Zoo sendiri kini disebut sebagai akuarium umum pertama di dunia. Lembaran kaca plat besar memungkinkan pengunjung melihat langsung ke dalam tangki dari sisi samping, cara menyaksikan kehidupan air yang hampir tidak pernah bisa diakses siapa pun di luar segelintir rumah pribadi sebelumnya.

Kaca plat itu ada dalam skala sebesar itu sebagian karena Inggris sudah menghapus pajak kacanya pada 1845, membuat lembaran kaca plat besar lebih murah diproduksi. Sejarah museum dan budaya mengaitkan perubahan ini dengan bangkitnya pemeliharaan akuarium rumahan yang menyusul, di samping tren zaman itu yang lebih luas terhadap wadah kaca tertutup — Wardian case, dikembangkan pada 1830-an untuk mengangkut tanaman hidup, adalah bagian dari budaya material yang sama, wadah kaca yang dibangun untuk menampung sesuatu yang hidup. Semua itu tidak bisa disederhanakan jadi satu sebab tunggal. Kondisi-kondisi ini kebetulan saling bertautan.

Menganggap semua ini sebagai perjalanan mulus kecerdikan Victorian memang menggoda. Bukti yang ada tidak mendukung anggapan itu. Buku Gosse sendiri memanjang justru karena menjaga kehidupan laut tetap stabil dalam tangki kecil tidaklah sederhana, dan reputasi Fish House yang mampu menjaga krustasea, moluska, dan ikan dengan apa yang dicatat sebagai 'sedikit kebutuhan' akan aerasi atau pergantian air justru menonjol karena stabilitas semacam itu bukanlah hasil yang biasa terjadi. Tidak ada catatan yang bisa diandalkan tentang berapa banyak tangki yang terjual, berapa banyak rumah tangga yang memilikinya, atau seberapa sering ikan mati di akuarium rumahan zaman itu. Yang ditunjukkan catatan sejarah adalah sekelompok orang yang perlahan-lahan mencari tahu, lewat pengamatan cermat dan kegagalan berulang, cara menjaga sesuatu tetap hidup di dalam kaca. Anda mempraktikkan disiplin yang sama setiap kali tangki Anda sendiri perlu dijaga tetap stabil.

Kaitannya di sini

Membuat sebuah sistem tertutup kecil tetap stabil tidak pernah otomatis, baik pada 1853 maupun sekarang. New Tank Syndrome membahas seperti apa ketidakstabilan itu di awal kehidupan sebuah tangki modern, jauh setelah ilmu kimia di baliknya akhirnya punya nama.

Aquatic Rhythm Alignment → New Tank Syndrome → Membaca Air Sebelum Ada Istilahnya →
Bacaan lanjut
  • Gosse, P. H. (1854). The Aquarium: An Unveiling of the Wonders of the Deep Sea. John Van Voorst.
  • Warington, R. (1851). Notice of observations on the adjustment of the relations between the animal and vegetable kingdoms, by which the vital functions of both are permanently maintained. Quarterly Journal of the Chemical Society of London, 3, 52–54.
  • Warington, R. (1853). On preserving the balance between animal and vegetable organisms in sea water. Annals and Magazine of Natural History, 12, 319–324.
  • Thynne, A. C. (1859). On the increase of madrepores. Annals and Magazine of Natural History, 3(4), 449–459.
  • Ward, N. B. (1842). On the Growth of Plants in Closely Glazed Cases. John Van Voorst.
  • Granata, S. (2021). The Victorian Aquarium: Literary Discussions on Nature, Culture, and Science. Manchester University Press.
  • Stott, R. (2003). Theatres of Glass: The Woman Who Brought the Sea to the City. Short Books.
  • Zoological Society of London. (2023). World's First Aquarium. London Zoo.